Tahukah Anda?Penyakit yang Sering Menimbulkan Kelainan Ginjal
GINJAL merupakan salah satu organ kita yang vital. Fungsi ginjal adalah tempat membersihkan darah dari berbagai zat hasil metabolisme tubuh dan berbagai racun yang tidak diperlukan tubuh serta dikeluarkan berbentuk air seni.
Produksi air seni di ginjal berlangsung terus-menerus dari menit ke menit. Air seni yang terbentuk di ginjal kemudian disalurkan melalui saluran kemih ke kandung kemih. Bila jumlah air seni di kandung kemih sudah cukup banyak, akan timbul rangsangan untuk buang air kecil dan air seni akan dikeluarkan dari tubuh melalui saluran yang disebut urethra yang berada di dalam alat kelamin. Jumlah air seni yang dikeluarkan setiap hari berkisar antara 1-2 liter.
Selain fungsi tersebut, ginjal berfungsi antara lain mempertahankan kadar cairan tubuh dan elektrolit (ion-ion), mengatur tekanan darah, mengatur keadaan kalsium pada tulang, dan mengatur produksi sel darah merah. Begitu banyak fungsi ginjal sehingga bila ada kelainan yang mengganggu ginjal, berbagai penyakit dapat kita derita.
Seperti organ tubuh lainnya, ginjal juga bisa menderita penyakit atau kelainan. Kelainan ginjal bisa berupa penyakit ringan, seperti infeksi saluran kemih atau yang sangat berat seperti gagal ginjal yang memerlukan pengobatan cuci darah. Kelainan terjadi pada ginjal dapat diakibatkan penyakit ginjal sendiri (penyakit ginjal primer) atau merupakan komplikasi penyakit sistematik (penyakit ginjal sekunder) seperti penyakit kencing manis (diabetes), dan lain-lain. Kelainan yang terjadi pada ginjal ringan dapat sembuh dengan sempurna bahkan kadang-kadang hanya dengan pengobatan pengaturan diet. Kelainan ginjal yang tidak diobati dengan sempurna dapat berkembang menjadi penyakit ginjal kronis. Bila penyakit kronis dibiarkan,
dapat berlanjut menjadi gagal ginjal terminal (GGT) yang membutuhkan pengobatan cuci darah atau cangkok ginjal.
Penyakit ginjal primer
Ada beberapa penyakit ginjal bisa menyebabkan kelainan ginjal. Pertama, peradangan ginjal dan saluran kemih. Mengingat bentuk anatomi serta saluran urethra yang pendek, hampir setiap wanita pernah mengalami infeksi saluran kemih (ISK).Gejala-gejalanya biasanya terasa panas saat buang air kecil, demam yang bisa disertai menggigil, air seni bisa menjadi keruh atau merah, sakit pada daerah kandung kemih (ISK bawah) atau ginjal (ISK atas), pada pemeriksaan air seni biasanya didapatkan banyak sel darah putih (leukosit), pada biakan (kultur) air seni dapat ditemukan kuman penyebabnya.
Pada ISK bagian bawah yang tanpa komplikasi biasanya akan sembuh sendiri. Minum yang banyak dapat membantu karena akibat minum banyak kita sering kencing sehingga kuman atau bakteri ikut terbuang dengan air seni. Obat-obatan kadang-kadang saja diperlukan. Namun, pada ISK atas atau ISK bawah berulang diperlukan pengobatan dengan antibiotika yang sempurna untuk jangka waktu tertentu.
Kedua, batu saluran kemih. Batu ini bisa terdapat di ginjal, saluran kemih, kandung kemih atau urethra. Kebanyakan menyerang laki-laki, tetapi belakangan ini sering juga terjadi pada wanita. Batu yang terjadi pada saluran kemih seringkali menimbulkan ISK berulang.
Gejala umum dari batu saluran kemih adalah gejala-gejala ISK berulang. Selain itu, juga munculnya gejala-gejala sumbatan saluran air kemih berupa nyeri "kolik" pada daerah pinggang dapat menjalar ke bawah sepanjang lipat paha sampai ke buah pelir (laki-laki) atau bibir kemaluan (wanita). Nyeri "kolik" biasanya merupakan nyeri sangat hebat, datangnya mendadak, bisa
berulang-ulang, sering disertai dengan rasa mual terkadang diikuti muntah-muntah. "Kolik" ginjal biasanya disertai dengan buang air kecil berdarah.
Semua batu yang menimbulkan sumbatan harus dibuang dengan operasi. Hal itu untuk menghindari terjadinya kerusakan ginjal di kemudian hari. Cara pembuangan batu biasa dengan cara operasi atau dengan teknik gelombang kejut (ESWL) atau istilah umumnya "ditembak".
Belum diketahui pasti mengapa seseorang memproduksi batu pada saluran kemihnya, sedangkan orang lain tidak. Dengan demikian, cara pencegahan timbulnya batu juga belum diketahui secara pasti. Sampai saat ini, belum terbukti ada obat-obatan yang dapat menghancurkan batu yang ada hanyalah memperbanyak jumlah air seni sehingga batu ikut terlarut dengan buang air kecil atau membuat air seni bersifat alkalis sehingga kristal-kristal yang ada dalam air seni sukar mengendap menjadi batu. Minum yang cukup dapat membantu memperbanyak produksi air seni.
Ketiga, penyakit glomerulonefritis (gangguan ginjal) merupakan berbagai kelainan yang menyerang sel-sel penyaring ginjal (sel glomerulus). Glomerulonefritis menahun adalah penyakit paling sering menimbulkan gagal ginjal di kemudian hari. Kelainan ini terjadi akibat gangguan utama pada ginjal (primer) atau sebagai komplikasi penyakit lain (sekunder), misalnya
komplikasi penyakit kencing manis (diabetes), keracunan obat, penyakit infeksi, dan lain-lain. Pada penyakit ini terjadi kebocoran ginjal berupa kebocoran zat putih telur (protein) disebut sebagai sindroma nefrotik atau kebocoran sel darah merah (eritrosit).
Adapun gejala glomerulonefritis bisa berlangsung secara mendadak (akut) atau secara menahun (kronis) seringkali tidak diketahui karena tidak menimbulkan gejala. Gejalanya bisa berupa mual-mual, kurang darah (anemia), atau hipertensi. Glomerulonefritis akut sering terjadi pada anak-anak. Gejala umum berupa sembab kelopak mata, kencing sedikit, dan
berwarna merah. Biasanya disertai hipertensi. Penyakit ini umumnya (sekira 80%) sembuh spontan, 10% menjadi kronis, dan 10% berakibat fatal.
Sementara itu, glomerulonefritis kronis (menahun) seringkali tidak dapat diketahui karena tidak menimbulkan gejala (the silent killer). Gejala biasanya berupa mual-mual, kurang darah (anemia), dan hipertensi. Bila tahap penyakit sudah lanjut (gagal ginjal terminal) gejala-gejala baru muncul secara jelas, seperti lemah badan, sakit kepala, muntah-muntah,
sesak napas, dan penurunan kesadaran. Tahap ini biasanya ginjal sudah tidak lagi berfungsi dan hanya dapat ditolong dengan cuci darah atau cangkok ginjal.
Glomerulonefritis primer belum diketahui cara pencegahannya. Namun, bila dapat ditegakkan diagnosis dini, progresivitas penyakit ke tahap terminal dapat diperlambat. Glomerulonefritis sekunder dapat dicegah dengan cara mengobati kelainan penyebabnya. Misalnya, penyakit diabetes (kencing manis) bila kadar gula dapat dikontrol, komplikasi ginjal dapat dicegah.
Adanya protein dalam air seni seseorang penderita diabetes merupakan petunjuk sudah terjadi komplikasi ginjal.
Penyakit keempat adalah kelainan kongenital atau bawaan ginjal. Kelainan kongenital ginjal (kelainan yang dibawa sejak lahir) pada akhirnya sering menimbulkan gagal ginjal adalah penyakit ginjal polikistik. Penyakit ini seringkali tidak menimbulkan gejala awal, setelah penderita meningkat dewasa baru timbul gejala seperti adanya darah dalam air seni (hematuri) atau nyeri pada daerah ginjal. Biasanya penyakit ini terdapat juga pada anggota keluarga lainnya. Kelainan kongenital itu dapat menimbulkan gagal ginjal, misalnya ureter rangkap, horse shoe kidney, sindroma van Alport, sindroma van Fabry, dll.
Penyakit ginjal sekunder
Berikut ini dikemukakan beberapa penyakit paling sering menimbulkan kelainan ginjal di Indonesia:
1. Nefropati diabetik (komplikasi diabetes). Nefropati diabetik berarti kelainan ginjal disebabkan penyakit kencing manis (diabetes melitus). Nefropati diabetik merupakan komplikasi menahun diabetes, setelah sekira 15 tahun menderita diabetes maka 10-30% penderita akan menunjukkan gejala komplikasi ginjal. Gejala paling awal adalah ditemukannya protein dalam air seni (proteinuria). Bila proteinuria terjadi sangat hebat maka penderita dapat menderita kekurangan protein dalam darah yang mengakibatkan timbulnya sembab seluruh tubuh (sindroma nefrotik). Bila penyakit terus berlangsung, akhirnya timbul gagal ginjal terminal yang memerlukan pengobatan cuci darah atau cangkok ginjal. Hal paling penting menghadapi penyakit ginjal sekunder yaitu dengan usaha pencegahan yakni melakukan kontrol yang baik terhadap diabetes dengan mematuhi diet penyakit gula dan pengobatan teratur.
2. Hipertensi atau tekanan darah tinggi. Seorang penderita hipertensi yang menahun dapat berakhir dengan kelainan ginjal. Sebaliknya, salah satu gejala penyakit ginjal adalah timbulnya hipertensi.
3. Nefropati urat (gangguan ginjal akibat asam urat). Asam urat yang tinggi di dalam darah dapat menimbulkan penimbunan seperti pada tulang-tulang atau pada ginjal atau menimbulkan batu pada saluran kemih. Gejala nefropati urat, adanya peninggian asam urat dalam darah (hiperuriksemia), ditemukannya batu asam urat dalam saluran kemih, penimbunan asam urat pada jaringan/ kulit (tophi) dapat disertai dengan rematik gout. Pengobatan dan pencegahan: menghindari makanan yang mengandung asam urat tinggi, menurunkan kadar asam urat dalam darah dengan obat-obatan, bila ada batu asam urat harus dibuang agar tidak menimbulkan sumbatan pada saluran kemih.
4. Penyakit lain. Penyakit lain yang perlu diperhatikan yang dapat menimbulkan gangguan ginjal, antara lain sumbatan akibat asam jengkol (jengkolic acid), lupus nefritis sistemik, vaskulitis, amiloidosis.
Gagal ginjal
Gagal ginjal adalah suatu keadaan kedua ginjal gagal menjalankan fungsinya. Penderita gagal ginjal baru dapat merasakan adanya kelainan ginjal pada dirinya jika fungsi ginjal sudah menurun menjadi sekira 25% bahkan di bawah 10% pada penderita muda. Oleh karena itu, umumnya pasien datang ke rumah sakit atau ke dokter adalah pasien yang mengalami tahap terminal (gagal ginjal terminal = GGT).
Beberapa gejala GGT
Pertama, gejala uremia sebagai akibat tidak terbuangnya racun sisa metabolisme tubuh. Mual-mual, nafsu makan menurun, muntah-muntah, pernapasan berbau ureum, kadang disertai luka pada lambung. Gangguan sistem saraf dan otot berupa pegal-pegal di tungkai bawah, rasa kesemutan, lemah, tidak bisa tidur, gangguan konsentrasi, dll. Kedua, gangguan pengaturan cairan tubuh. Adanya penumpukan cairan dalam tubuh seperti di paru-paru, perut, kaki, sehingga terjadi pembengkakan pada organ tubuh tersebut. Ketiga, tekanan darah tinggi. Keempat, anemia. Tanda-tanda lain adalah kulit dan wajah pucat, cepat lelah, badan terasa lesu. Pencangkokan ginjal bisa menjadi jawaban ideal terhadap penanganan gagal ginjal terminal (GGT) karena dapat menanggulangi secara total penyakit ini. Penderita dapat hidup seperti orang normal dengan tetap meminum obat penahan reaksi penolakan tubuh. Kualitas hidup pasien transplantasi jelas lebih baik daripada kedua cara lain (cuci darah). Pelaksanaan transplantasi ginjal tidak terlalu sulit yang sulit adalah mencari donor
yang memiliki jaringan ginjal yang cocok, golongan darah sama, serta ginjal tersebut betul-betul sehat dan diambil dari donor yang sehat pula.
Sumber : Dr. Rubin S. Gondodiputro, Sp.P.D./ dokter spesialis ginjal RS Dr. Hasan Sadikin dan tenaga ahli di Klinik Spesialis Penyakit Dalam Perisai Husada
GINJAL merupakan salah satu organ kita yang vital. Fungsi ginjal adalah tempat membersihkan darah dari berbagai zat hasil metabolisme tubuh dan berbagai racun yang tidak diperlukan tubuh serta dikeluarkan berbentuk air seni.
Produksi air seni di ginjal berlangsung terus-menerus dari menit ke menit. Air seni yang terbentuk di ginjal kemudian disalurkan melalui saluran kemih ke kandung kemih. Bila jumlah air seni di kandung kemih sudah cukup banyak, akan timbul rangsangan untuk buang air kecil dan air seni akan dikeluarkan dari tubuh melalui saluran yang disebut urethra yang berada di dalam alat kelamin. Jumlah air seni yang dikeluarkan setiap hari berkisar antara 1-2 liter.
Selain fungsi tersebut, ginjal berfungsi antara lain mempertahankan kadar cairan tubuh dan elektrolit (ion-ion), mengatur tekanan darah, mengatur keadaan kalsium pada tulang, dan mengatur produksi sel darah merah. Begitu banyak fungsi ginjal sehingga bila ada kelainan yang mengganggu ginjal, berbagai penyakit dapat kita derita.
Seperti organ tubuh lainnya, ginjal juga bisa menderita penyakit atau kelainan. Kelainan ginjal bisa berupa penyakit ringan, seperti infeksi saluran kemih atau yang sangat berat seperti gagal ginjal yang memerlukan pengobatan cuci darah. Kelainan terjadi pada ginjal dapat diakibatkan penyakit ginjal sendiri (penyakit ginjal primer) atau merupakan komplikasi penyakit sistematik (penyakit ginjal sekunder) seperti penyakit kencing manis (diabetes), dan lain-lain. Kelainan yang terjadi pada ginjal ringan dapat sembuh dengan sempurna bahkan kadang-kadang hanya dengan pengobatan pengaturan diet. Kelainan ginjal yang tidak diobati dengan sempurna dapat berkembang menjadi penyakit ginjal kronis. Bila penyakit kronis dibiarkan,
dapat berlanjut menjadi gagal ginjal terminal (GGT) yang membutuhkan pengobatan cuci darah atau cangkok ginjal.
Penyakit ginjal primer
Ada beberapa penyakit ginjal bisa menyebabkan kelainan ginjal. Pertama, peradangan ginjal dan saluran kemih. Mengingat bentuk anatomi serta saluran urethra yang pendek, hampir setiap wanita pernah mengalami infeksi saluran kemih (ISK).Gejala-gejalanya biasanya terasa panas saat buang air kecil, demam yang bisa disertai menggigil, air seni bisa menjadi keruh atau merah, sakit pada daerah kandung kemih (ISK bawah) atau ginjal (ISK atas), pada pemeriksaan air seni biasanya didapatkan banyak sel darah putih (leukosit), pada biakan (kultur) air seni dapat ditemukan kuman penyebabnya.
Pada ISK bagian bawah yang tanpa komplikasi biasanya akan sembuh sendiri. Minum yang banyak dapat membantu karena akibat minum banyak kita sering kencing sehingga kuman atau bakteri ikut terbuang dengan air seni. Obat-obatan kadang-kadang saja diperlukan. Namun, pada ISK atas atau ISK bawah berulang diperlukan pengobatan dengan antibiotika yang sempurna untuk jangka waktu tertentu.
Kedua, batu saluran kemih. Batu ini bisa terdapat di ginjal, saluran kemih, kandung kemih atau urethra. Kebanyakan menyerang laki-laki, tetapi belakangan ini sering juga terjadi pada wanita. Batu yang terjadi pada saluran kemih seringkali menimbulkan ISK berulang.
Gejala umum dari batu saluran kemih adalah gejala-gejala ISK berulang. Selain itu, juga munculnya gejala-gejala sumbatan saluran air kemih berupa nyeri "kolik" pada daerah pinggang dapat menjalar ke bawah sepanjang lipat paha sampai ke buah pelir (laki-laki) atau bibir kemaluan (wanita). Nyeri "kolik" biasanya merupakan nyeri sangat hebat, datangnya mendadak, bisa
berulang-ulang, sering disertai dengan rasa mual terkadang diikuti muntah-muntah. "Kolik" ginjal biasanya disertai dengan buang air kecil berdarah.
Semua batu yang menimbulkan sumbatan harus dibuang dengan operasi. Hal itu untuk menghindari terjadinya kerusakan ginjal di kemudian hari. Cara pembuangan batu biasa dengan cara operasi atau dengan teknik gelombang kejut (ESWL) atau istilah umumnya "ditembak".
Belum diketahui pasti mengapa seseorang memproduksi batu pada saluran kemihnya, sedangkan orang lain tidak. Dengan demikian, cara pencegahan timbulnya batu juga belum diketahui secara pasti. Sampai saat ini, belum terbukti ada obat-obatan yang dapat menghancurkan batu yang ada hanyalah memperbanyak jumlah air seni sehingga batu ikut terlarut dengan buang air kecil atau membuat air seni bersifat alkalis sehingga kristal-kristal yang ada dalam air seni sukar mengendap menjadi batu. Minum yang cukup dapat membantu memperbanyak produksi air seni.
Ketiga, penyakit glomerulonefritis (gangguan ginjal) merupakan berbagai kelainan yang menyerang sel-sel penyaring ginjal (sel glomerulus). Glomerulonefritis menahun adalah penyakit paling sering menimbulkan gagal ginjal di kemudian hari. Kelainan ini terjadi akibat gangguan utama pada ginjal (primer) atau sebagai komplikasi penyakit lain (sekunder), misalnya
komplikasi penyakit kencing manis (diabetes), keracunan obat, penyakit infeksi, dan lain-lain. Pada penyakit ini terjadi kebocoran ginjal berupa kebocoran zat putih telur (protein) disebut sebagai sindroma nefrotik atau kebocoran sel darah merah (eritrosit).
Adapun gejala glomerulonefritis bisa berlangsung secara mendadak (akut) atau secara menahun (kronis) seringkali tidak diketahui karena tidak menimbulkan gejala. Gejalanya bisa berupa mual-mual, kurang darah (anemia), atau hipertensi. Glomerulonefritis akut sering terjadi pada anak-anak. Gejala umum berupa sembab kelopak mata, kencing sedikit, dan
berwarna merah. Biasanya disertai hipertensi. Penyakit ini umumnya (sekira 80%) sembuh spontan, 10% menjadi kronis, dan 10% berakibat fatal.
Sementara itu, glomerulonefritis kronis (menahun) seringkali tidak dapat diketahui karena tidak menimbulkan gejala (the silent killer). Gejala biasanya berupa mual-mual, kurang darah (anemia), dan hipertensi. Bila tahap penyakit sudah lanjut (gagal ginjal terminal) gejala-gejala baru muncul secara jelas, seperti lemah badan, sakit kepala, muntah-muntah,
sesak napas, dan penurunan kesadaran. Tahap ini biasanya ginjal sudah tidak lagi berfungsi dan hanya dapat ditolong dengan cuci darah atau cangkok ginjal.
Glomerulonefritis primer belum diketahui cara pencegahannya. Namun, bila dapat ditegakkan diagnosis dini, progresivitas penyakit ke tahap terminal dapat diperlambat. Glomerulonefritis sekunder dapat dicegah dengan cara mengobati kelainan penyebabnya. Misalnya, penyakit diabetes (kencing manis) bila kadar gula dapat dikontrol, komplikasi ginjal dapat dicegah.
Adanya protein dalam air seni seseorang penderita diabetes merupakan petunjuk sudah terjadi komplikasi ginjal.
Penyakit keempat adalah kelainan kongenital atau bawaan ginjal. Kelainan kongenital ginjal (kelainan yang dibawa sejak lahir) pada akhirnya sering menimbulkan gagal ginjal adalah penyakit ginjal polikistik. Penyakit ini seringkali tidak menimbulkan gejala awal, setelah penderita meningkat dewasa baru timbul gejala seperti adanya darah dalam air seni (hematuri) atau nyeri pada daerah ginjal. Biasanya penyakit ini terdapat juga pada anggota keluarga lainnya. Kelainan kongenital itu dapat menimbulkan gagal ginjal, misalnya ureter rangkap, horse shoe kidney, sindroma van Alport, sindroma van Fabry, dll.
Penyakit ginjal sekunder
Berikut ini dikemukakan beberapa penyakit paling sering menimbulkan kelainan ginjal di Indonesia:
1. Nefropati diabetik (komplikasi diabetes). Nefropati diabetik berarti kelainan ginjal disebabkan penyakit kencing manis (diabetes melitus). Nefropati diabetik merupakan komplikasi menahun diabetes, setelah sekira 15 tahun menderita diabetes maka 10-30% penderita akan menunjukkan gejala komplikasi ginjal. Gejala paling awal adalah ditemukannya protein dalam air seni (proteinuria). Bila proteinuria terjadi sangat hebat maka penderita dapat menderita kekurangan protein dalam darah yang mengakibatkan timbulnya sembab seluruh tubuh (sindroma nefrotik). Bila penyakit terus berlangsung, akhirnya timbul gagal ginjal terminal yang memerlukan pengobatan cuci darah atau cangkok ginjal. Hal paling penting menghadapi penyakit ginjal sekunder yaitu dengan usaha pencegahan yakni melakukan kontrol yang baik terhadap diabetes dengan mematuhi diet penyakit gula dan pengobatan teratur.
2. Hipertensi atau tekanan darah tinggi. Seorang penderita hipertensi yang menahun dapat berakhir dengan kelainan ginjal. Sebaliknya, salah satu gejala penyakit ginjal adalah timbulnya hipertensi.
3. Nefropati urat (gangguan ginjal akibat asam urat). Asam urat yang tinggi di dalam darah dapat menimbulkan penimbunan seperti pada tulang-tulang atau pada ginjal atau menimbulkan batu pada saluran kemih. Gejala nefropati urat, adanya peninggian asam urat dalam darah (hiperuriksemia), ditemukannya batu asam urat dalam saluran kemih, penimbunan asam urat pada jaringan/ kulit (tophi) dapat disertai dengan rematik gout. Pengobatan dan pencegahan: menghindari makanan yang mengandung asam urat tinggi, menurunkan kadar asam urat dalam darah dengan obat-obatan, bila ada batu asam urat harus dibuang agar tidak menimbulkan sumbatan pada saluran kemih.
4. Penyakit lain. Penyakit lain yang perlu diperhatikan yang dapat menimbulkan gangguan ginjal, antara lain sumbatan akibat asam jengkol (jengkolic acid), lupus nefritis sistemik, vaskulitis, amiloidosis.
Gagal ginjal
Gagal ginjal adalah suatu keadaan kedua ginjal gagal menjalankan fungsinya. Penderita gagal ginjal baru dapat merasakan adanya kelainan ginjal pada dirinya jika fungsi ginjal sudah menurun menjadi sekira 25% bahkan di bawah 10% pada penderita muda. Oleh karena itu, umumnya pasien datang ke rumah sakit atau ke dokter adalah pasien yang mengalami tahap terminal (gagal ginjal terminal = GGT).
Beberapa gejala GGT
Pertama, gejala uremia sebagai akibat tidak terbuangnya racun sisa metabolisme tubuh. Mual-mual, nafsu makan menurun, muntah-muntah, pernapasan berbau ureum, kadang disertai luka pada lambung. Gangguan sistem saraf dan otot berupa pegal-pegal di tungkai bawah, rasa kesemutan, lemah, tidak bisa tidur, gangguan konsentrasi, dll. Kedua, gangguan pengaturan cairan tubuh. Adanya penumpukan cairan dalam tubuh seperti di paru-paru, perut, kaki, sehingga terjadi pembengkakan pada organ tubuh tersebut. Ketiga, tekanan darah tinggi. Keempat, anemia. Tanda-tanda lain adalah kulit dan wajah pucat, cepat lelah, badan terasa lesu. Pencangkokan ginjal bisa menjadi jawaban ideal terhadap penanganan gagal ginjal terminal (GGT) karena dapat menanggulangi secara total penyakit ini. Penderita dapat hidup seperti orang normal dengan tetap meminum obat penahan reaksi penolakan tubuh. Kualitas hidup pasien transplantasi jelas lebih baik daripada kedua cara lain (cuci darah). Pelaksanaan transplantasi ginjal tidak terlalu sulit yang sulit adalah mencari donor
yang memiliki jaringan ginjal yang cocok, golongan darah sama, serta ginjal tersebut betul-betul sehat dan diambil dari donor yang sehat pula.
Sumber : Dr. Rubin S. Gondodiputro, Sp.P.D./ dokter spesialis ginjal RS Dr. Hasan Sadikin dan tenaga ahli di Klinik Spesialis Penyakit Dalam Perisai Husada